Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jose Mourinho Menunggu Anthony Taylor Diparkiran Untuk Meluapkan Kekesalannya


Sevilla memenangkan Liga Eropa UEFA 2022–23 pada 1 Juni 2023, mengalahkan AS Roma 4-1 melalui adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 setelah perpanjangan waktu di final di Stadion Arena Puskas di Budapest, Hungaria . Ini adalah gelar Liga Europa ketujuh Sevilla, dalam kurun waktu 10 musim Sevilla juara 5 kali di Europa League.


AS Roma memimpin di babak pertama melalui gol Paulo Dybala pada menit ke-34 tetapi Sevilla menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Gianluca Mancini pada menit ke-55. Pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu, dan tidak ada tim yang mampu mencetak gol kemenangan.


Dalam adu penalti, Sevilla sukses mencetak gol dari 4 tendangan pinalti , sementara AS Roma 3 kali gagal mencetak gol. Ini memberi Sevilla kemenangan 4-1 dan  sukses merahih gelar Liga Europa ketujuh mereka.


Namun dipertandingan ini terdapat banyak kontroversi dari sang pengadil lapangan, wasit yang memimpin pada pertandingan ini adalah wasit asal Inggris Anthony Taylor, Wasit 44 tahun itu mengeluarkan 13 kartu kuning, enam unuk Sevilla dan tujuh untuk AS Roma.



Salah satu momen paling krusial adalah handballnya Loic Bade dikotak pinalti pada menit ke-80 yang terbentur umpan silang dari Spinazzola, namun sang pengadil memutuskan peristiwa tersebut bukan sebuah penalti dan enggan mengeceknya melalui VAR (Video Assitant Referee), hal tersebut menuai sorotan seusai laga karena kejadian tersebut sangat jelas terekam.



Seusai laga pelatih AS Roma melampiaskan kekesalannya dengan menunggu Anthony Taylor diparkiran, Mourinho mendekat mobil Taylor sambil berbicara "it's a fu**ing disgrace (sangat memalukan) kejadian tersebut sontak mengundang perhatian media untuk meliputnya.


Anthony Taylor adalah wasit sepak bola profesional Inggris yang telah memimpin Liga Premier sejak 2010. Dia juga telah memimpin pertandingan internasional, termasuk final Liga Champions UEFA pada 2018.


Taylor lahir di Wythenshawe, Manchester, Inggris, pada tahun 1978. Dia mulai menjadi wasit di liga amatir lokal pada usia 14 tahun. Dia berkembang melalui jajaran wasit dan diangkat ke Liga Premier pada tahun 2010.


Taylor telah terlibat dalam sejumlah insiden kontroversial selama karirnya, Pada 2019, Taylor kembali terlibat dalam insiden kontroversial ketika dia menghadiahkan penalti kepada Manchester City dalam pertandingan Liga Premier mereka melawan Newcastle United. City mengonversi penalti untuk memenangkan pertandingan. Newcastle merasa hukumannya lunak dan Taylor telah membuat sejumlah keputusan buruk lainnya dalam pertandingan tersebut.


Taylor juga dikritik karena penanganannya terhadap pertandingan yang melibatkan Inggris. Pada 2019, dia menjadi wasit kualifikasi Euro 2020 Inggris melawan Republik Ceko. Inggris memenangkan pertandingan 5-0, tetapi Taylor dikritik karena penampilannya. Beberapa merasa bahwa dia terlalu toleran terhadap Republik Ceko dan bahwa dia telah membuat sejumlah keputusan yang buruk.


Penampilan Taylor dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan seruan untuk menghapusnya dari daftar wasit yang memimpin pertandingan besar. Namun, dia tetap menjadi wasit yang sangat dihormati dan kemungkinan akan terus memimpin pertandingan-pertandingan penting.