Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Javier Tebas tidak peduli kasus rasisme Vinicius Junior sang pemain justru dibela langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol



Pada 21 Mei 2023, pemain sayap Real Madrid Vinicius Junior dilecehkan secara rasial oleh seorang pendukung Valencia selama pertandingan La Liga di Stadion Mestalla. Insiden itu terjadi pada menit ke-73 pertandingan, saat Vinicius sedang berlari di sayap. Seorang penggemar di tribun meneriakinya, memanggilnya "monyet". Vinicius mendengar pelecehan itu dan menunjukkannya kepada wasit. Wasit menghentikan pertandingan dan berbicara kepada pendukung Valencia, yang kemudian dikeluarkan dari stadion.





Vinicius tampak terguncang oleh insiden itu. Dia berbicara kepada media setelah pertandingan dan mengatakan bahwa dia "kecewa" dan "sedih" karena menjadi sasaran rasisme. Ia pun berharap kejadian tersebut tidak menyurutkan niat pemain kulit hitam lainnya untuk bermain sepak bola di Spanyol.


Valencia mengutuk insiden itu dan mengatakan bahwa mereka akan mengambil "tindakan sekuat mungkin" terhadap penggemar yang telah melecehkan Vinicius. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) juga mengutuk insiden tersebut dan mengatakan mereka akan menyelidikinya.


Lebih miris lagi presiden liga Spanyol Javier Tebas justru menyalahkan Vinicius dan hanya ingin menjaga citra liga Spanyol berikut isi cuitan Tebas 


"Karena mereka yang seharusnya tidak menjelaskan kepada Anda apa itu dan apa yang dapat dilakukannya LaLiga dalam kasus rasisme, kami telah mencoba menjelaskannya kepada Anda, tetapi Anda belum muncul untuk salah satu dari dua tanggal yang disepakati yang Anda minta sendiri . Sebelum mengkritik dan menghina  LaLiga  Anda perlu menginformasikan diri Anda dengan benar Vinijr Jangan biarkan diri Anda dimanipulasi dan pastikan Anda memahami sepenuhnya kompetensi masing-masing dan pekerjaan yang telah kita lakukan bersama"


Setelah tanggapan Tebas yang mengejutkan Presiden Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) Luis Rubiales melakukan press conference untuk mendukung Vinicius "Abaikan perilaku tidak bertanggung jawab Javier Tebas yang di media sosial terlibat dengan pesepakbola yang beberapa jam sebelumnya telah menerima hinaan rasis (Ungkap Rubiales dikutp dari @carrusel)


                                                  Luis Rubiales (Presiden RFEF via Madrid Zone)


Ini bukan pertama kalinya Vinicius menjadi sasaran rasisme. Dia telah dilecehkan secara rasial oleh para penggemar di masa lalu, baik di Spanyol maupun di Brasil. Pada 2019, dia dilecehkan secara rasial oleh seorang penggemar selama pertandingan melawan Espanyol. Pada tahun 2020, dia dilecehkan secara rasial oleh seorang penggemar selama pertandingan melawan Atl├ętico Madrid.


Setelah kejadian ini banyak pemain sepak bola dunia mengirim dukungan kepada Vincius Junior lewat sosial media pribadinya, seperti Ronaldinho, Ricardo Kaka, dan bek Manchester City Kyle Walker.
Rasisme adalah masalah serius dalam sepak bola. Penting bagi otoritas sepak bola mengambil tindakan untuk membasmi rasisme dan menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi semua pemain.